Halo para pembaca setia penjelajah langit!
Sebelum kita mulai, saya punya pertanyaan singkat nih untuk Anda:
“Sebutkan misi Apollo selain Apollo 11 yang mendarat di Bulan!”
Mungkin Anda akan menjawab: Apollo 13 yang dramatis itu, atau Apollo 8 yang pertama kali mengorbit Bulan. Tapi… pernahkah Anda mendengar seseorang menyebut Apollo 2? Atau Apollo 3?
Hayoo, yang jawabannya “lho, emang ada?” — angkat tangan!
Nah, hari ini saya ajak Anda menyelami salah satu lost chapters paling aneh dalam sejarah NASA. Bukan tentang keberhasilan, tapi tentang misi yang dirancang, punya kru, punya logo… lalu lenyap begitu saja dari sejarah.
Sebenarnya, Apa Itu Apollo 2?
Coba kita luruskan dulu. Mungkin Anda bertanya-tanya:
“Apakah Apollo 2 dan 3 itu benar-benar ada, atau cuma hoax sejarah?”
Baik, jawabannya sedikit rumit. Secara teknis: tidak ada satupun misi yang pernah diluncurkan dengan nama resmi Apollo 2 atau 3. Tapi secara rencana? Oh, mereka sangat ada—lengkap dengan kru, jadwal, bahkan misi yang sudah ditentukan.
Bayangkan seperti ini: Anda sudah memesan tiket pesawat, sudah packing koper, sudah standby di bandara… tapi penerbangannya tiba-tiba dibatalkan dan nama penerbangan itu dihapus dari sistem. Itulah nasib Apollo 2 dan 3.
Awal Mula, Setelah Apollo 1 yang Tragis
Supaya paham konteksnya, mari kita scroll back ke tahun 1966.
Saat itu, NASA sedang full throttle mengejar target Presiden Kennedy: mendaratkan manusia di Bulan sebelum 1970. Program Gemini sudah sukses. Sekarang giliran Apollo.
Rencana awalnya cukup rapi:
| Misi | Jenis Pesawat | Misi yang Direncanakan |
|---|---|---|
| Apollo 1 | Block I (versi basic, belum bisa docking ke modul bulan) | Tes orbit Bumi, 14 hari |
| Apollo 2 | Block I juga | Duplikat Apollo 1—mengulang tes |
| Apollo 3 | Block II (versi canggih, siap ke Bulan) | Tes dengan modul bulan |
Block I vs Block II: Bedanya banyak banget! Block II punya terowongan docking untuk menyambung ke modul bulan, sistem navigasi yang lebih canggih, dan lebih tahan api. Tapi NASA butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.
Siapa Kru Apollo 2?
Nah, ini bagian yang seru sekaligus sedih.
Pada 29 September 1966, NASA secara resmi mengumumkan kru untuk Apollo 2:
Komandan: Wally Schirra — veteran Mercury dan Gemini. Orangnya blak-blakan, kocak, tapi super kompeten. Panggilannya “The Real McHale” karena suka bercanda.
Pilot Modul Komando: Donn Eisele — pendatang baru yang sempat cedera bahu saat latihan. Dia nyaris jadi kru Apollo 1, tapi posisinya digantikan Ed White karena cedera itu.
Pilot Modul Bulan: Walt Cunningham — pendatang baru dengan latar belakang fisika nuklir.
Tapi menariknya… Apollo 2 sebenarnya tidak membawa modul bulan! Jadi kenapa ada “Pilot Modul Bulan”? Itu hanya gelar—dia tetap jadi kru pendukung di komando.
Agak janggal, ya? Schirra sendiri sampai bilang misi ini rasanya “no sense” —nggak masuk akal. Dia merasa Apollo 2 cuma “pengulangan” dari Apollo 1. Pelajaran yang didapat? Nggak banyak.
Kenapa Apollo 2 Dibatalkan?
Batalnya Apollo 2 bukan karena tragedi Apollo 1 saja—walaupun itu jadi pukulan pamungkas. Sebenarnya, Apollo 2 sudah di ujung tanduk sejak akhir 1966.
Alasan 1 “Ngapain diulang?”
George Mueller, kepala penerbangan antariksa berawak NASA, mulai bertanya-tanya: Apa gunanya menerbangkan misi Block I dua kali?
Misi Apollo 1 sudah cukup untuk menguji semua sistem Block I. Misi kedua (Apollo 2) tidak akan menghasilkan data baru yang signifikan untuk misi ke Bulan. NASA bukan organisasi yang suka buang-buang waktu dan uang.
Alasan 2 “Modul Bulan Terlambat“
Modul bulan (LM) yang akan dipakai di Apollo 3 belum selesai. Terus-terusan molor. Jadi rencana menggabungkan Apollo 2 dan 3 menjadi chaos. Pada November 1966, Mueller resmi membatalkan Apollo 2
Alasan 3 “Tragedi Apollo 1 (Palu GodaM)“
Tanggal 27 Januari 1967, kebakaran melahap Apollo 1 di landasan. Tiga kru tewas: Gus Grissom, Ed White, Roger Chaffee.
Setelah tragedi itu, NASA memutuskan: TIDAK ADA LAGI misi berawak dengan pesawat Block I. Pesawat itu terlalu berbahaya—kabel berantakan, material mudah terbakar, pintu yang sulit dibuka.
Dan karena Apollo 2 (dan 3) juga pakai Block I… otomatis hangus.
Lalu, Kenapa Tidak Ada Apollo 2 & 3 di Buku Sejarah?
Ini bagian yang paling menarik—soal penamaan.
Setelah Apollo 1 terbakar, para janda astronot (Betty Grissom, Pat White, dan Martha Chaffee) mengajukan permohonan yang mengharukan:
“Tolong, jangan beri nomor Apollo 1 ke misi lain. Biarkan suami kami dikenang sebagai kru pertama Apollo.”
NASA menyetujuinya. Maka tanggal 24 April 1967, secara resmi AS-204 (misi yang terbakar) dinamai Apollo 1.
Tapi muncul masalah: Lalu nomornya loncat-loncat?
NASA punya dua opsi:
- Lanjutkan penomoran: Misi berikutnya setelah kebakaran = Apollo 2.
- Hitung ulang: Anggap misi tak berawak AS-201, AS-202, AS-203 sebagai Apollo 1-A, 2, 3 — lalu misi berawak berikutnya mulai dari Apollo 4.
Opsi kedua yang dipilih. Kenapa? Karena kalau langsung loncat dari Apollo 1 ke Apollo 4, orang akan bingung dan bertanya-tanya. Tapi kalau nama misi tak berawak diubah jadi Apollo 2 & 3, itu juga membingungkan—karena misi itu tidak pernah punya kru dan tidak sesuai konsep “Apollo” sebagai misi berawak.
Keputusan akhir: AS-201, AS-202, AS-203 tetap dengan nama teknisnya. Tidak dinaikkan jadi Apollo 2 atau 3. Misi berawak berikutnya (yang tadinya Apollo 4) tetap Apollo 4.
Jadilah lompatan nomor: Apollo 1 → (kabut sejarah) → Apollo 4. Apollo 4 diluncurkan 9 November 1967—yang pertama dengan roket raksasa Saturn V.
Dan Apollo 2 & 3? Mereka jadi hantu dalam penomoran. Tidak eksis secara resmi, tapi juga tidak pernah “dihapus” karena tidak pernah secara resmi dinamai sejak awal.
Kisah Apollo 2 mengajarkan saya bahwa tidak semua yang direncanakan akan terwujud. Dan itu tidak apa-apa.
Wally Schirra, Donn Eisele, dan Walt Cunningham akhirnya terbang juga—tapi bukan dengan Apollo 2. Mereka jadi kru Apollo 7 pada Oktober 1968, misi Apollo berawak pertama yang sukses setelah kebakaran.
Dan misi Apollo 7? Sukses besar. Mereka menguji pesawat Block II yang jauh lebih aman—langsung di orbit Bumi, 11 hari penuh. Tanpa Apollo 2 yang “nggak masuk akal” itu, mungkin Apollo 7 tidak akan terbang secepat itu.
Jadi… apakah Apollo 2 benar-benar hilang? Atau dia hanya bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik?
Saya serahkan jawabannya kepada Anda.